Bisnis

Published on March 16th, 2018 | by Ryan Syah

0

SPAMMING, BUKTI RENDAHNYA KECERDASAN DAN BURUKNYA ETIKA.

Pernahkah anda mengalami kejadian dimana ada orang asing tak dikenal masuk rumah anda tanpa permisi?. Anda yang ketika itu mungkin sedang tidur, sedang memasak atau sedang santai dengan pasangan anda, apa yang anda rasakan ketika mengetahui orang asing itu tiba-tiba sudah ada disamping anda?. Dan belum sempat anda bereaksi, si orang asing sudah ngomong duluan… “permisii oom,tante…apa berminat beli produk ini?”

Seperti itulah gambaran dari kelakuan seorang spammer.

Beberapa hari terakhir ini, di grup yang saya ikuti, sudah terjadi entah berapa kali kejadian kasus orang nyepam sembarangan. Nggak pamit sama yang punya grup, nyelonong gitu aja lalu sebar spam jualan.

Cara seperti itu mungkin bisa efektif kalau anda lakukan 10 tahun lalu. Tapi kalau anda lakukan sekarang, Tidak akan berhasil. Kalaupun ada hasilnya paling Cuma sedikit sekali.

Jadi kalau anda masih berpikir dengan cara spam bisa menghasilkan penjualan dalam jumlah besar, itu artinya otak anda sudah ketinggalan jaman 10 tahun coy….ini sudah 2018. Melakukan aksi spamming hanya akan memperlihatkan kebodohan anda. Serius. Kalau bukan bodoh,lalu ngapain pakai cara putus asa gitu, emang nggak tau cara lain yang lebih beretika?. pakai cara yang elegan dong.!

Okey…lalu bagaimana caranya biar saya bisa mempromosikan produk saya tanpa spam?

Jawabnya pahami yang namanya FUNNELING.

Funnel itu adalah alur proses mulai dari traffic datang hingga terjadi konversi.

Jadi yang namanya traffic itu masih “orang asing”. Mereka nggak kenal kita, Kita juga nggak kenal mereka.

Nah selalu tanyakan pada diri anda : “MEREKA MAU DIAPAKAN?”

Gimana setelah anda bisa dapat traffic, apa langsung ditawari jualan?. Atau diberi edukasi dulu?. Tawarkan freebies. Lalu jalin komunikasi dan INTERAKSI.? Dari sini anda bisa mengenal siapa calon konsumen anda, dan mereka juga bisa mengenal anda. Anda jadi tau kebutuhan mereka apa.

Hmm…mana yang lebih bagus coba?

Nah setelah terjadi interaksi dan saling mengenal anda bisa jualan ke mereka. Dalam tahap ini mereka sudah bersedia mempelajari penawaran anda.

Tapi…Funnelnya tidak habis sampai disini. Anda tetep harus tau kalau prospek anda beli kemudian setelahnya MAU DIAPAIN?. Kalaupun nggak jadi beli MAU DIAPAIN?. Apa setelah mereka beli lalu “yaudah dibiarin aja seolah-olah nggak ada urusan lagi, toh udah dia udah beli, Selamat tinggal”, atau anda bisa memberi mereka fasilitas after-sales. Kalau tidak beli pun anda harus punya rencana mau diapain.

Ok ya… jadi setelah membaca artikel ini, semoga anda tidak lagi punya pikiran untuk spamming. Spamming merupakan tindakan yang menyimbolkan rendahnya kecerdasan dan buruknya etika.

Sukses Selalu Untuk Anda
Ryan Syah


About the Author

Founder & Owner www.studibisnisonline.com Manusia Biasa yang Berjuang Menjadi Luar Biasa Dengan Cara Yang Tidak Biasa.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑